
Filmnya bagus, lain dari film2 Indonesia kebanyakan, yang gampang banget ditebak. jadi begini sinopsisnya :
Sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa
Pertemuan dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot. Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet
Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka
“Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau merubah profesi mereka. DIbantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan
Menurut gw, kekurangan di film ini terletak pada:
1) Posternya yang kurang menarik.
sebagai anak dkv (ehehehe), poster itu penting! karena poster sebuah film seperti cover depan sebuah buku. Sebagus apapun isinya, tapi konsumen selalu melihat pada kemasan. walaupun, never judge the books by its cover.. tapi Realitanya kan, orang selalu menilai buku dari cover. gw aja kalo ngeliat buku yang covernya lucu, langsung gw baca sinopsisnya.
2) Kurang Promosi
promosi juga hal yang penting dalam bidnag ini. kalo kita kurang promosi, orang2 ngga tau barang kita itu apa, kayak gimna, dsb
3) Soundtrack
soundtrack emang ngga sepenting poster film. Istilahnya, soundtrack itu hanya buat pemanis dan nilai plus. Kalo filmnya oke, soundtrack nya oke, pasti bakal okee bgt (apasih =="), kyk Ada Apa Dengan Cinta. mnurut gw, difilm ini, soundtracknya gw kasih nilai C (kecuali buat lagu kebangsaan Indonesianya, gw kasih A++ karena telah berhasil membuat gw menangis).
Inti cerita film ini sih gw kasih nilai A, karena ini film Indonesia pertama yang membuat gw penasaran sama endingnya.
Gw sempet kecewa sama perfilman Indonesia belakangan ini, gara-gara sutradara ece2 yang cuma kerjaannya bikin film bokep horror atau ngga film pergaulan bebas anak muda yang plotnya udah gampang bgt di tebak.
Two thumbs up deh buat Om Deddy!!
okey, C U NeXT TIME
